Saturday, January 30, 2010

bila angin..(dikirimkan oleh salah seorg admin di dalam facebook)

Bila angin bertanya
Mengapa manusia menyalahkan dia
Bukankah dia adalah bala tentera
Yang sangat taat dan patuh pada Tuhannya

Bila angin berkata-kata
Kenapa manusia terus menderhaka
Nikmat Tuhan diambil dan diguna
Tapi Tuhan tidak dipeduli bahkan dilupa

Bila angin membawa berita
Mengejutkan manusia yang tertidur lena
Sedangkan maut kian menjelma
Seluruh alam akan musnah oleh sangkakala

Bila angin diguna namanya
Khabar angin berita tanpa nama
Manusia bergaduh bersengketa kerananya
Akibat hati telah dicengkam penyakit cinta dunia

Bila angin memainkan peranannya
Seperti yang diperintah Tuhan kepadanya
Memusnahkan segala makhluk yang bernyawa
Saat itu baru tersentak sedang keinsafan sudah tiada gunanya...

Bila angin melaluinya kukirimkan nota...

Friday, January 29, 2010

SUNYI & SEPI....

SUNYI & SEPI.....

Sunyi dan sepi...
Tiada bintang yang berkelipan di langit yang biru
Tiada kawan untuk ku berkata-kata dan bersenda
Ku nanti dikau...

Dengan harapan yang penuh kasih tak ternilai rasa
Akhirnya...
Yang ku nantikan tak kunjung tiba... oh...

Tiada kata tiada pesanan untuk ku
Yang engkau tinggalkan sayang...
Menghilangkan diri tanpa pesan
Ku ditinggal...
Pada siapa harus ku bertanya
Pada bulan atau angin lalu
Di manakah kini kau berada kasih...

Tiada kata tiada pesanan untuk ku
Yang engkau tinggalkan sayang
Menghilangkan diri tanpa pesan
Ku ditinggal...
Kepada siapa harus ku bertanya
Pada bulan atau angin lalu
Di manakah kini kau berada kasih...

Tersenyum aku...
Sambil menitiskan airmata mengenangkan dikau
Yang tinggal...
Hanya gambar jua tandamata dan kenangan

Tiada terduga...
Yang ini harus terjadi di malam begini
Mungkinkah... Kitakan bersua lagi...

Thursday, January 28, 2010

SELINGKAR KASIH BERTAUT..

Pantai menyapa laut

Dialah teman-musuhnya

Maka desirnya terjawab oleh tampar ombak

Lahirlah kilauan buih penuh harap…itulah aku.

Aku kutip selingkar dasar hari yang bertabur

Yang terdampar di dada muara

Ada embun mengalir sepi

Ku hirup pada bibir lembut

Dengannya kupayung dari hujan dengki

Bersamanya kubenteng angin benci

Akan aku libas ekor ego, Kelak tersandar di hujung sedar

Agar kembali ke alam nyata.

Sekarang, Buih kembali ke dunia nyata

Umur melukis sempadan kerja

Usaha gigih menunggu rentak diri

Dipimpinnya di alur kenangan tercantik

Sehingga bulan dan tahun matang.

Akhirnya, dikembalikan kepada laut senja

Buih berpelangi menerangi mega

Untuk sekian kalinya bertemu pantai dan laut

Mengharap esok kasih kembali bertaut.

Wednesday, January 27, 2010

SALAH SATU LAGU YG MENJADI FAVERETKU...

NURUL AFIQAH

MY PARENT


FAIQ ASNAWI
NURUL ATHIRAH
NURUL ATIQAH
FARHAN KAMAL